Perhitungan Metode Fuzzy AHP Dalam Pemilihan Karyawan Terbaik

Fuzzy AHP (Analytical Hierarchy Process)

Fuzzy AHP adalah metode analisis yang dikembangkan dari AHP tradisional. Fuzzy AHP juga merupakan gabungan dari metode AHP dengan pendekatan konsep Fuzzy. Walaupun AHP biasa digunakan dalam menangani kriteria kualitatif dan kuantitatif pada MCDM, namun Fuzzy AHP dianggap lebih baik dalam mendeskripsikan keputusan yang samar-samar daripada AHP tradisional.

Penentuan derajat keanggotaan Fuzzy AHP yang dikembangkan oleh Chang menggunakan fungsi keanggotaan segitiga (Tringular Fuzzy Number / TFN). Fungsi keanggotaan segitiga merupakan gabungan antara dua garis (linear).

Chang mendefinisikan nilai intensitas AHP ke dalam skala fuzzy segitiga yaitu membagi tiap himpunan fuzzy dengan dua (2), kecuali untuk intensitas kepentingan satu (1). Skala fuzzy segtiga yang digunakan Chang dapat dilihat pada Tabel berikut.

Langkah Kerja Fuzzy AHP

Adapun langkah kerja Fuzzy Analytical Hierarchy Process adalah :

  1. Membuat struktur hirarki masalah yang akan diselesaikan.
  2. Menentukan matriks perbandingan kepentingan berpasangan antar kriteria dengan skala Fuzzy Triangular Number.
    Tabel Skala Fuzzy Tringular Number Chang
    Intensitas Kepentingan AHP Himpunan Linguistik Tringular Fuzzy Number (TFN) Reciprocal (Kebalikan)
    1 Perbandingan elemen yang sama (Just Equal) (1, 1, 1) (1, 1, 1)
    2 Pertengahan (Intermediate) (1/2, 1, 3/2) (2/3, 1, 2)
    3 Elemen satu cukup penting dari yang lainnya (Moderately Important) (1, 3/2, 2) (1/2, 2/3, 1)
    4 Pertengahan (Intermediate) elemen satu lebih cukup penting dari yang lainnya (3/2, 2, 5/2) (2/5, 1/2, 2/3)
    5 Elemen satu kuat pentingnya dari yang lain (Strongly Important) (2, 5/2, 3) (1/3, 2/5, 1/2)
    6 Pertengahan (Intermediate) (5/2, 3, 7/2) (2/7, 1/3, 2/5)
    7 Elemen satu lebih kuat pentingnya dari yang lain (Very Strong) (3, 7/2, 4) (1/4, 2/7, 1/3)
    8 Pertengahan (Intermediate) (7/2, 4, 9/2) (2/9, 1/4, 2/7)
    9 Elemen satu mutlak lebih penting dari yang lainnya (Extremely Strong) (4, 9/2, 9/2) (2/9, 2/9, 1/4)
  3. Menentukan nilai sitesis fuzzy (Si) untuk mendapatkan bobot relative bagi unsur-unsur pengambilan keputusan. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
    ini adalah rumus untuk menentukan nilai sitesis fuzzy (Si) untuk mendapatkan bobot relative
  4. Menghitung derajat keanggotaan dari perbandingan nilai sintesis fuzzy untuk memperoleh vektor. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
    ini adalah rumus menghitung derajat keanggotaan fuzzy ahp
  5. Normalisasi bobot vektor atau nilai prioritas kriteria yang telah diperoleh. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
    ini adalah rumus menentukan normalisasi bobot vektor atau nilai prioritas kriteria
    Setelah dilakukan normalisasi bobot vektor, maka vektor yang diperoleh bukan lagi merupakan bilangan fuzzy sehingga selanjutnya pengambilan keputusan dilanjutkan dengan metode AHP yaitu
  6. Melakukan perangkingan bobot vektor, total rangking diperoleh dengan cara mengalikan vektor evaluasi dari masing-masing penerima bantuan dengan vektor prioritasnya.
  7. Pengambilan keputusan dengan memilih total rangking tertinggi.

Contoh Perhitungan Metode Fuzzy AHP

Berikut contoh kasus perhitungan metode Fuzzy AHP, dimana contoh kasusnya pemilihan karyawan terbaik. Berikut langkah-langkah penyelesai nya.
Diketahui :

Kriteria
Kode Kriteria
C1   Pengetahuan Pekerjaan
C2   Inisiatif Pekerjaan
C3   Kehadiran
C4   Tanggung Jawab
C5   Kerjasama Team

Langkah selanjutnya adalah menentukan matrix perbandingan berpasangan antar kriteria

  Matrik Perbandingan Antar Kriteria
  C1 C2 C3 C4 C5
C1 1 3 5 7 9
C2 0 1 3 5 7
C3 0 0 1 3 5
C4 0 0 0 1 3
C5 0 0 0 0 1

Langkah selanjutnya adalah mengkonversi nilai perbandingan berpasangan antar kriteria ke Matriks Pairwise Comparison Antar Kriteria. Maka akan di dapatkan hasil sebagai berikut :

  Matriks Pairwise Comparison Antar Kriteria
  C1 C2 C3 C4 C5
  l m u l m u l m u l m u l m u
C1 l 1 1 1 1.5 2 2 2.5 3 3 3.5 4 4 4.5 4.5
C2 0.5 0.667 1 1 1 1 1 1.5 2 2 2.5 3 3 3.5 4
C3 0.333 0.4 0.5 0.5 0.667 1 1 1 1 1 1.5 2 2 2.5 3
C4 0.25 0.286 0.333 0.333 0.4 0.5 0.5 0.667 1 1 1 1 1 1.5 2
C5 0.222 0.222 0.25 0.25 0.286 0.333 0.333 0.4 0.5 0.5 0.667 1 1 1 1

Dari proses Matriks Pairwise Comparison Antar Kriteria diatas maka akan di dapatkan nilai Fuzzy Tringular Number sebagai berikut :

Fuzzy Tringular Number
l m u
11 13 14.5
7.5 9.167 11
4.833 6.066 7.5
3.083 3.852 4.833
2.305 2.574 3.083
28.722 34.66 40.916

Setelah nilai jumlah baris dan kolom diperoleh dari masing-masing matriks perbandingan, selanjutnya menggunakan persamaan 1, Diperoleh nilai sintesis fuzzy untuk masing-masing kriteria sebagai berikut :

  1. Pengetahuan Pekerjaan
    = (11, 13, 14.5) x ( 1/40.916, 1/34.66, 1/28.722 ) = (0.268 0.375 0.504)
  2. Inisiatif Pekerjaan
    = (7.5, 9.167, 11) x (1/40.916, 1/34.66, 1/28.722) = (0.183 0.264 0.382)
  3. Kehadiran
    = (4.833, 6.066, 7.5) x (1/40.916, 1/34.66, 1/28.722) = (0.118 0.175 0.261)
  4. Tanggung Jawab
    = (3.083, 3.852, 4.833) x (1/40.916, 1/34.66, 1/28.722) = (0.075 0.111 0.168)
  5. Kerjasama Team
    = (2.305, 2.574, 3.083) x (1/40.916, 1/34.66, 1/28.722) = (0.056 0.07 0.107)
Nilai Sintesis Fuzzy untuk Kriteria
  l m u
C1 0.2688 0.3751 0.5048
C2 0.1832 0.2644 0.3829
C3 0.1181 0.1750 0.2611
C4 0.0753 0.1111 0.1682
C5 0.0563 0.0742 0.1073

Proses selanjutnya adalah menentukan derajat keanggotaan dari masing-masing kriteria.

Untuk mendapatkan derajat keanggotaan digunakan persamaan (2). Dari perhitungan nantinya akan diperoleh nilai-nilai derajat keanggotaan dari perbandingan dua nilai sintesis fuzzy, kemudian diambil yang paling minimum dengan persamaan :
d\'(Ai) = min V (Si ≥ Sk)

Dengan perhitungan sebagai berikut :

  1. Perbandingan Kriteria Pengetahuan Pekerjaan dengan kriteria yang lainnya :
    C1 ≥ C2 = 1
    C1 ≥ C3 = 1
    C1 ≥ C4 = 1
    C1 ≥ C5 = 1

    Maka diperoleh : d’(Pengetahuan Pekerjaan)
    = min (1, 1, 1, 1)
    = 1

  2. Perbandingan Kriteria Inisiatif Pekerjaan dengan kriteria yang lainnya :
    C2 ≥ C1 = 0.507
    C2 ≥ C3 = 1
    C2 ≥ C4 = 1
    C2 ≥ C5 = 1

    Maka diperoleh : d’(Inisiatif Pekerjaan)
    = min (0.507, 1, 1, 1)
    = 0.507

  3. Perbandingan Kriteria Kehadiran dengan kriteria yang lainnya :
    C3 ≥ C1 = 0
    C3 ≥ C2 = 0.465
    C3 ≥ C4 = 1
    C3 ≥ C5 = 1

    Maka diperoleh : d’(Kehadiran)
    = min (0, 0.465, 1, 1)
    = 0

  4. Perbandingan Kriteria Tanggung Jawab dengan kriteria yang lainnya :
    C4 ≥ C1 = 0
    C4 ≥ C2 = 0
    C4 ≥ C3 = 0.439
    C4 ≥ C5 = 1

    Maka diperoleh : d’(Tanggung Jawab)
    = min (0, 0, 0.439, 1)
    = 0

  5. Perbandingan Kriteria Kerjasama Team dengan kriteria yang lainnya :
    C5 ≥ C1 = 0
    C5 ≥ C2 = 0
    C5 ≥ C3 = 0
    C5 ≥ C4 = 0.464

    Maka diperoleh : d’(Kerjasama Team)
    = min (0, 0, 0, 0.464)
    = 0

Dari perhitungan diatas diperoleh nilai-nilai derajat keanggotaan dari perbandingan tiap kriteria, kemudian diambil yang paling minimum dengan persamaan (4).

Maka diperoleh bobot vektor untuk kriteria, sebagai berikut :
W \' = (1, 0.507, 0, 0, 0)T


Langkah selajutnya adalah menentukan normalisasi bobot vektor untuk masing-masing kriteria, akan dilakukan normalisasi bobot vektor.

Kemudian Normalisasi bobot vektor diperoleh dengan membagi masing-masing elemen pada W\' dengan jumlah keseluruhan elemen pada W\'

Bobot vektor (W\') untuk kriteria adalah :
W\' = (1, 0.507, 0, 0, 0)

Dengan jumlah keseluruhan elemen pada W\' adalah :
1 + 0.507 + 0 + 0 + 0 = 1.507

Sehingga bobot vektor ternormalisasinya adalah :
W\' = (1/1.507, 0.507/1.507, 0/1.507, 0/1.507, 0/1.507)T
= (0.664, 0.336, 0, 0, 0)T

Normalisasi Bobot Vektor Untuk Kriteria
Kriteria C1 C2 C3 C4 C5 Total
W \' 1 0.507 0 0 0 1.507
W 0.664 0.336 0 0 0 1

Proses selajuntnya adalah perangkingan, Untuk mendapatkan keputusan dari penentuan karyawan terbaik maka dilakukan perangkingan, dengan total rangking seperti halnya pada metode AHP diperoleh dari perkalian faktor evaluasi masing-masing alternatif dan dengan faktor bobotnya, dimana karyawan/alternatif sebagai berikut :

Alternatif
Kode Alternatif
A1   Abdul Aziz
A2   Aris Supriyadi
A3   Muhammad Ridwan
A4   Ainur Rofiq
A5   Agus Irawan

Diketahui untuk bobot nilai kriteria sebagai berikut :

Bobot Nilai Kriteria
Keterangan Bobot Nilai
Sangat Baik 1
Baik 0.75
Cukup 0.5
Kurang 0.25
Sangat Kurang 0

Selanjutnya adalah input pembobotan nilai kriteria untuk masing-masing karyawan, sebagai berikut

  Pembobotan Nilai Kriteria Untuk Masing Masing Alternatif
  C1 C2 C3 C4 C5
A1 Kurang Cukup Sangat Kurang Kurang Cukup
A2 Sangat Baik Kurang Baik Cukup Kurang
A3 Kurang Kurang Sangat Baik Cukup Baik
A4 Baik Kurang Baik Kurang Baik
A5 Cukup Cukup Kurang Baik Sangat Baik

Proses selanjutnya adalah mengkonversi input pembobotan nilai kriteria dari masing-masing alternatif, menjadi seperti berikut :

  Konversi Nilai Pembobotan Kriteria Dari Masing Masing Alternatif
  C1 C2 C3 C4 C5
A1 0.25 0.5 0 0.25 0.5
A2 1 0.25 0.75 0.5 0.25
A3 0.25 0.25 1 0.5 0.75
A4 0.75 0.25 0.75 0.25 0.75
A5 0.5 0.5 0.25 0.75 1

Proses selanjutnya adalah perhitungan bobot kriteria dengan alternatif, dengan hasil sebagai berikut :

  Bobot Kriteria dengan Alternatif
  C1 C2 C3 C4 C5 Nilai
A1 0.166 0.168 0 0 0 0.334
A2 0.664 0.084 0 0 0 0.748
A3 0.166 0.084 0 0 0 0.25
A4 0.498 0.084 0 0 0 0.582
A5 0.332 0.168 0 0 0 0.5

Dari hasil perhitungan di atas maka akan di lakukan perangkingan dimana kode alternatif A2 memiliki nilai alternatif tertinggi sebagai karyawan terbaik, disusuL kode A4, A5, A1, A3

Perangkingan
Kode Alternatif Nilai
A2   Aris Supriyadi 0.748
A4   Ainur Rofiq 0.582
A5   Agus Irawan 0.5
A1   Abdul Aziz 0.334
A3   Muhammad Ridwan 0.25

Screenshot Program

Page : Form Kriteria

Gambar Form CRUD Kriteria Algoritma Fuzzy AHP

 

Page : Form Alternatif / Pegawai

Gambar Form CRUD Alternatif Algoritma Fuzzy AHP

 

Page : Input Pembobotan Nilai Perbandingan Antar Kriteria Dan Input Nilai Alternatif Untuk Masing-Masing Kriteria

Gambar Form Pembobotan Nilai Perbandingan Antar Kriteria Dan Nilai Kriteria Untuk Masing-Masing Alternatif Menggunakkan Metode Fuzzy AHP

 

Page : Proses Fuzzy AHP Untuk Perangkingan Alternatif / Pegawai

Gambar Form Proses Fuzzy AHP Untuk Perangkingan Alternatif

 



About PayahTidur
Jasa Konsultasi Dan Pembuatan Program. Sudah Berpengalaman Lebih Dari 10 Tahun Dalam Dunia Pemrograman. Pengerjaan Cepat dan Harga Terjangkau.



Contact : 0813 7027 3471


PayahTidur Products
Sistem Pakar
SPK (Sistem Pendukung Keputusan)
Data Minning
JST (Jaringan Syaraf Tiruan)
Images Proccesing (Pengolahan Citra)
Sistem Informasi Geografis (SIG)
E-Commerce Website
Sistem Informasi


PayahTidur Skills
PHP
Microsoft Visual Studio
Android Mobile
JST (Jaringan Syaraf Tiruan)
Maps Google
Laravel Framework / CI Framework
Matlab
Java